" Ayam Hias Serama Merupakan Ayam Paling Mungil Yang Sangat Banyak Dipelihara "|my

" Ayam Hias Serama Merupakan Ayam Paling Mungil Yang Sangat Banyak Dipelihara "
[ 19-11-2017 ]

" Ayam Hias Serama Merupakan Ayam Paling Mungil Yang Sangat Banyak Dipelihara "

Sabung Ayam - Ayam hias Serama adalah merupakan salah satu jenis ayam hias yang dikenal mempunyai postur tubuh yang paling kecil serta dadanya membusung. Dikarenakan pada postur tubuhnya ayam hias serama tersebut juga dinobatkan sebagai ayam paling kecil di dunia atau dengan dijuluki "The Smallest Bantam Chicken". Ayam hias Serama sebenarnya mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan ayam hias kate, hanya saja ayam hias tersebut mempunyai tubuh yang lebih kecil serta dadanya selalu membusung. Ukuran ayam hias serama dewasa hanya sekitar satu kepalan tangan pada orang dewasa.

Sabung Ayam Online - Selain dari keunikan karena mungil serta dada membusunnya, ayam hias serama juga mempunyai sejarah yang sangat panjang sekali. Dimulai dari seseorang yang bernama Wee Yean Een yang berasal dari sebuah Kampung China, Malaysia yang memang bereksperimen untuk memperoleh ayam hias serama tersebut. Waktu yang diperlukan beliau untuk menemukan ayam hias serama tersebut juga cukup lama, pada awalnya ia mengawin silang seekor ayam hias kapan yang pada bagian kakinya panjang dengan ayam hias silkie pada tahun 1973. Ayam hias kapan yang memiliki postur ramping dengan bobot sebesar 750 gram, dadanya yang datar, serta ekornya yang lurus dikawin silangkan dengan ayam hias silkie yang mempunyai postur tubuh gempal namun berbobot lebih kecil yaitu hanya 650 gram. Dari kawin silang tersebut ia mengharapkan bisa memunculkan ayam hias kapan yang bertubuh lebih kecil seperti ayam hias silkie. Tetapi hasil dari pada akhirnya tidaklah sesuai dengan harapan dia dikarenakan justru menghasilkan ayam hias silkie yang berkaki panjang.

Judi Sabung Online - Informasi yang diperoleh dari agen sabung ayam bahwa pada tahun 1980-an, Wee Yean Een telah berhasil mendapatkan ayam hias kapan bertubuh kecil seperti ayam hias silkie. Dia juga kedatangan beberapa ekor katai Jepang pada tahun 1985 yang membuat Wee Yean Een sangat ingin mengawin silangkan kedua ayam hias tersebut. Ayam hias katai Jepang tersebut sendiri mempunyai penampilan yang sangat bagus. Pada bagian dadanya lebar serta bagian punggungnya tampak pendek. Hasil dari kawin silang awal pertama telah muncul sera menghasilkan kata Jepang yang memiliki kaki panjang dengan mempunyai bobot berkisar 650 gram. Dengan bobot yang sebesar itu, Wee Yean Een masih tetap menganggap ayam hias tersebut masih kebesaran serta keberatan.


Baca Juga : Perbedaan Ayam Hias Serama Dengan Ayam Hias Kate


Pada akhirnya di tahun 1988, Wee Yean Een mencoba kembali untuk mengawin silangkan ayam hias hasil dari kawin silang ayam kata Jepang tersebut dengan ayam hias kate Jepang kualitas. Alhasil sangat memuaskan dengan menghasilkan sebuah ayam hias liliput yang berbobot 500 gram. Sosok ayam hias yang dimilikinya pun telah berubah, dengan kepalanya yang kecil serta sayapnya yang menggantung menjutai kearah bawah. Begitulah sejarah dalam terciptanya ayam hias serama, nama dari ayam hias serama tersebut sendiri diambil dari sebuah tokoh Sri Rama dalam epos Ramayana ini diperkenalkan awal pertama kali dalam kontes ayam hias di Batu Pahat pada tahun 1990-an. Disaat itu sangat menghebohkan kontes dunia ayam hias. Hingga sampai akhirnya ayam hias tersebut diberikan nama ayam hias serama dikarenakan tingkah lakunya seperti raja yang sangat gagah dengan dadanya yang membusung.